FREEDOM WRITER

Film Freedom Writers diangkat dari buku harian murid-murid yang berada di ruang 203 Woodrow Wilson H.S Long Beach, California, Amerika Serikat. Writers merupakan film yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang guru di wilayah New Port Beach, Amerika Serikat dalam membangkitkan kembali semangat anak-anak didiknya untuk belajar. Dikisahkan, Erin Gruwell, seorang wanita idealis berpendidikan tinggi, datang ke Woodrow Wilson High School sebagai guru Bahasa Inggris untuk kelas khusus anak-anak korban perkelahian antargeng rasial. siswa-siswanya berasal dari berbagai daerah yang tentunya berbeda-beda ras, warna kulit, dsb. Film freedom writer adalah sebuah film yang menceritakan tentang perbedaan suku, warna kulit dan ras antara berbagai macam negara yang terdapat di Los Angles. Film tersebut merupakan film yang sangat bagus dan perlu untuk diamati. Setelah saya analisis, menurut saya film tersebut masuk kedalam teori belajar behavioristik. Dimana Teori belajar behaviorisme merupakan teori yang menekankan pada perubahan perilaku yang tampak pada diri seseorang. Didalam film ini, terdapat berbagai macam stimulus yang dilakukan oleh guru bahasa inggris. Misalnya saja pada awal pertama kali mengajar, guru bahasa inggris tersebut berinteraksi dengan siswanya dan mengkondisikan kelas dengan lancar. Namun, semua itu gagal dikarenakan stimulusnya itu tidak ada respon dan tidak ada motivasi yang baik dari guru kepada siswa. Tetapi disaat pertengahan sekolah, guru bahasa inggris tersebut berusaha untuk memodifikasi siswanya agar mendapatkan sebuah respon.

Didalam film tersebut, juga menceritakan tentang guru yang memotivasi siswanya agar kebiasaan yang buruk tersebut bisa dirubah dengan baik. Stimulus yang diberikan yaitu misalnya saja dengan memberi sebuah jurnal buku harian kepada siswa atau memberi sebuah buku yang menceritakan tentang pengalaman yang seperti mereka alami, maka dari itu akan memunculkan sebuah respon yang positif, misalnya saja siswa merespon guru tersebut, siswa lebh sering membaca tentang bahasa inggris agar siswa juga bisa mengerti, memahami dan belajar sendiri tentang tata cara bahasa dan penyusunan kata dalam bahasa inggris. Dalam kaitannya dengan hal ini, film tersebut juga menceritakan tentang guru bahasa inggris yang memberikan sebuah motivasi yang kuat kepada siswa-siswanya dan guru berusaha untuk mengenali bagaimana sifat dan perilaku siswa-siswanya dengan baik, agar guru tersebut bisa masuk kedalam dunia mereka yang biasa disebut dengan geng. Karena mungkin menurut guru bahasa inggris tersebut dengan berusaha masuk kedalam kehidupan siswa-siswanya yang terlibat dalam sebuah geng antara kulit putih, kulit hitam, bangsa latin dan lain sebagainya yang membedakan mereka dengan berbagai macam suku, ras dan warna kulit tersebut adalah sebuah proses belajar untuk mempengaruhi siswa dengan baik dan kondusif.

Menurut seorang tokoh dalam teori behavioristik yaitu Ivan Pavlov, terdapat Paradigma pengkondisian klasikal : stimulus benar-benar netral dipasangkan dengan stimulus alami yang menghasilkan respon dan setelah satu atau dua kali pemasangan stimulus netral diharapkan menghasilkan respon tertentu. Bila kondisi tersebut terjadi maka telah terjadi pengkondisian klasikal. Disini paradigma tersebut sama dengan cerita yang terdapat didalam film yaitu pada saat seorang guru masuk kedalam kelas yang baru dan dia adalah seorang guru yang pertama kali mengajar, dia benar-benar menginginkan perkenalan atau interaksi yang benar-benar terjalin dengan siswanya. Oleh karena itu dipasangkan dengan stimulus alami yaitu dengan senyuman dan siswa yang nantinya akan menghasilkan sebuah stimulus respon yang positif.

Pada film tersebut setelah satu atau dua kali melakukan interaksi belajar mengajar yang baik, harapan yang tidak akan mungkin terjadi adalah diterima oleh siswanya dengan baik. Karena siswanya tersebut sebenarnya tidak menginginkan sebuah sekolah, mereka hanya dipaksa oleh pemerintah distrik untuk sekolah. Mereka sebenarnya hanya menginginkan sebuah kemenangan perang, karena mereka atau para siswa itu merupakan sekumpulan geng kulit hitam , kulit putih , bangsa latin dan lain-lain. Mereka hampir 100 % berbeda suku warna kulit dan ras. Pada awal cerita film freedom writer ini, tidak terjadi pengkondisian klasikal karena stimulus yang benar-benar netral setelah satu atau dua kali pemasangan stimulus netral tersebut tidak menghasilkan respon tertentu yang diharapkan. Akibatnya terjadi sebuah respon yang tidak diharapkan oleh guru tersebut. Sama halnya dengan film itu, seorang guru yang baru pertama kali mengajar sangat sulit untuk berinteraksi atau perkenalan dalam melakukan interaksi belajar-mengajar. Hal ini dikarenakan siswa masih belum mengenali guru baru tersebut dan siswa juga sangat meremehkan keahlian guru itu.

Pada hakekatnya, teori behavioristik yang dikemukakan oleh Ivan Pavlov yang berpendapat tentang pengkondisian klasikal. Fungsi dari pengkondisian klasikal yaitu Membentuk Kebiasaan yang baik, Menghapuskan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dan Psikoterapi, misal: untuk menghilangkan rasa takut, malu, dll. Analisis saya tentang film freedom writer yaitu membentuk kebiasaan yang baik. Guru tersebut berusaha membentuk kebiasaan siswanya agar mempunyai kebiasaan yang baik, tetapi pada awal pertama kali guru baru itu mengajar, kondisi didalam kelas sangat kacau balau sekali. Hal ini dikarenakan perbedaan ras, suku, dan warna kulit. Awal pertama kali para siswa masuk kedalam kelas yaitu dengan berkelompok. Ada yang dengan kelompok hitam, dengan kelompok putih, dengan kelompok latin dan lain sebagainya berada didalam sekolah Wilson tersebut. Karena mereka dipaksa oleh pemerintah distrik untuk sekolah dan memperebutkan kekuasaan diwilayah sekolahnya. Mereka memperebutkan perasaan itu karena pada awalnya terdapat berbagai macam perbedaan warna kulit, suku dan ras disebuah negara yang sama. Kebanyakkan warga negara di Los Angles itu menikah dengan negara asing. Maka dari itu terdapat berbagai macam keturunan dari kulit putih dan kulit hitam.

Kelompok kulit hitam itu merasa kulit putih lah yang berkuasa di negara Los Angles tersebut karena kelompok kulit putih mayoritas menguasai negara dan banyak yang menjadi penguasa seperti polisi, hakim dan lain-lain sebagainya. Kelompok kulit putih selalu menyalahkan kelompok kulit hitam. Oleh karena itu, kelompok kulit hitam selalu memberontak kelompok kulit putih dan kelompok kulit hitam menginginkan kelompok kulit putih itu meninggal. Didalam film tersebut, terjadi banyak perang kecil-kecilan yaitu dengan menembak orang kulit hitam ataupun kelompok kulit putih. Tetapi guru didalam film tersebut selalu berusaha mengkondisikan klasikal kelasnya agar didalam kelas tidak ada perbedaan dan pertengkaran didalamnya. Guru tersebut berusaha agar membentuk kebiasaan baik siswanya. Tetapi pada awalnya guru itu kesusahan dan benar-benar sangat kesulitan dalam membentuk kebiasaan baik siswa. Guru itu berusaha tidak ada henti dalam proses pembentukan siswa yang baik.

Guru didalam film tersebut berusaha untuk menghapuskan kebiasaan yang buruk dari dalam diri siswa, kerana pada beberapa tahun terakhir ini perilaku siswa di sekolah Wilson ini sangatlah buruk, nilai yang dihasilkan dalam kelas 203 juga sangat jelek sekali, dan kebiasaan buruk dari dalam diri siswa juga buruk. Oleh karena itu, guru bahasa inggris didalam kelas 203 itu berusaha untuk membentuk kebiasaan yang baik dan menghapuskan kebiasaan buruk dari dalam diri siswa. Karena kebiasaan buruk itu sangat meresahkan masyarakat bangsa di Los Angless. Guru tersebut juga melakukan psikoterapi terhadap siswanya untuk menghilangkan rasa malu, takut dan kemarahan oleh kelompok kulit putih ataupun kelompok kulit hitam. Psikoterapi yang dilakukan oleh guru bahasa inggris tersebut dilakukan untuk melaksanakan fungsi pengkondisian klasikal dari Ivan Pavlov yang berpendapat tentang teori belajar behavioristik yang merupakan teori belajar yang memerankan tentang perilaku setiap individu.

Selain pendapat Ivan Pavlov, teori behavioristik ini juga mengeluarkan beberapa pendapat lagi yang berhubungan dengan film Freedom Writer, yaitu teori menurut Thorndike. Menurut Thorndike merupakan sebuah proses belajar tentang proses pemecahan masalah (problem solving). Dimana didalam film Freedom Writer ini, guru bahasa inggris berusaha untuk memecahkan sebuah masalah yang dihadapi. Masalah yang dihadapi tersebut yaitu pertengkaran dan pertikaian yang dilakukan oleh siswa. Guru bahasa inggris berusaha untuk memecahkan sebuah masalah yang terdapat didalam kelas yang dikarenakan perbedaan ras, suku dan kelompok warna kulit (hitam atau putih). Guru juga berusaha untuk memahami bagaimana karakter setiap siswa-siswanya agar lebih mudah untuk memecahkan masalah mereka dengan mengarahkan mereka ke jalan yang baik sehingga mereka mulai berpikir bahwa geng yang mereka ikuti itu tidak berguna bagi masa depan mereka karena yang paling berguna dan bermanfaat bagi kehidupan mereka adalah belajar dengan sungguh-sungguh.

Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh Erin, baik dari pihak sekolah yang rasis, hingga pihak suami dan ayahnya. Diskriminasi yang dilakukan oleh pihak sekolah, seperti pemisahan kelas, serta perbedaan fasilitas yang terlihat antara ras kulit putih dan ras di luar itu membuat Erin miris. Agar diterima oleh anak-anak didiknya, Erin mencari cara untuk melakukan pendekatan dan metode pengajaran yang tepat. Namun, sejak Erin disibukkan dengan pendekatan terhadap anak-anak didiknya dan bekerja paruh waktu, timbul masalah baru, ia diceraikan oleh suaminya. Hingga pada akhirnya, ayahnya yang semula tidak mendukung, berbalik mendukung pekerjaan Erin. Erin paham dengan kondisi anak-anak didiknya yang selalu berkelompok dengan ras mereka masing-masing. Akhirnya, ia menemukan cara untuk menjangkau kehidupan mereka dengan memberikan mereka buku, dan meminta mereka mengisinya dengan jurnal harian. Bahkan, ketika sekolah mendiskriminasikan fasilitas buku, Erin memberikan buku baru tentang kehidupan gank yang lekat dengan keseharian mereka. Sejak membaca jurnal harian yang bercerita tentang kehidupan mereka yang keras, Erin semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan anak-anak didiknya, serta menghapus batas tak terlihat yang secara budaya memisahkan mereka dengan cara-cara yang mengagumkan.

Untuk menambah motivasi belajar Erin mendatangkan Mrs. Miep Gies, seorang wanita penolong Anne Frank, anak Yahudi yang hidup pada zaman Hitler dan holocaust-nya. Ia mendatangkan Mrs. Miep Gies untuk berbagi cerita kepada anak-anak didiknyatentang sebuah bencana yang terjadi karena rasisme, serta usaha-usaha Erin lainnya yang mendapat tantangan dari pihak-pihak sekolah. Akhirnya, keteguhan Erin dalam mendidik mereka berbuah hasil. Anak-anak tersebut, yang semula benci satu sama lain Karena perbedaan ras, akhirnya menjadi berteman dan menghapus sekat-sekat ras di antara mereka. Bahkan, ketika ada kasus penembakan yang menimpa seorang kawan anak didiknya, ia mengajarkan tentang arti kejujuran. Jurnal harian yang telah mereka tulis, diketik dan dikumpulkan menjadi satu buku. Erin menamai kumpulan buku harian murid-muridnya dengan nama The Freedom Writers Diary.

Terkait dengan fim Freedom Writers, di bawah ini akan dikemukakan beberapa inovasi pendidikan yang dilakukan oleh Erin Gruwell sebagai seorang guru bahasa Inggris di Woodrow Wilson High School, Long Beach, California, Amerika Serikat di kelas 203. Misalnya saja pada saat bertukar tempat duduk maksudnya yaitu melakukan kegiatan pembelajaran dengan musik dan puisi kemudian memindahkan tempat duduk siswa  dengan perbatasan baru  dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan antar kelompok dan lebih mengenal satu sama lain. Hal ini merupakan sebuah teori belajar behavioristik menurut Skinner. Yang kedua adalah dialog bersama didalam film tersebut menyatakan pada saat Tito mengolok-olok Jamal yang berkulit hitam dengan menggambar karikatur orang negro yang berbibir tebal. Saat itulah Erin ingat bahwa kejadian ini pernah terjadi yaitu pada jaman Hitler, orang-orang membuat gambar karikatur orang Yahudi yang berhidung sangat mancung dan besar. Erin mengajak dialog murid-muridnya tentang holocaust dan geng paling bersejarah di dunia. Erin berusaha menyadarkan mereka. Perhatian para siswa mulai terpusat dan hal tersebut sangat menarik siswanya karena sesuai dengan kehidupan mereka. Hal ini masuk kedalam teori belajar Kognitif karena pada teori belajar kognitif terdapat seorang ahli yang mengatakan Setiap orang telah mempunyai pengetahuan atau pengalaman dalam dirinya, yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Proses belajar terjadi bila materi yang baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki.

Didalam film tersebut juga terdapat Line Game atau biasa disebut dengan permainan garis, dimana permainan tersebut bercerita pada saat Erin mengajak murid-muridnya untuk bermain permainan garis yaitu dibuat garis dengan menggunakan isolasi, lalu Erin akan memberikan sejumlah pertanyaan. Jika pertanyaan itu cocok dengan mereka, mereka harus maju ke garis berhadap-hadapan dengan teman-temannya. Lalu mundur lagi untuk pertanyaan berikutnya. Tujuan dari permainan ini adalah agar para murid saling mengenal, memandang satu sama lain, mengakrabkan mereka. Cerita pada film tersebut mengarah ke teori belajar humanistik karena teori humanistik yaitu sebuah teori yang Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterapkan pada materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. Dan indikator dari teori belajar humanistic adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif.

Study Tour ke Museum of Tolerance. Didalam film ini menceritakan setelah mengamati siswa-siswanya Erin berpikir bahwa siswa-siswanya tersebut haus akan ilmu pengetahuan yang ada di dunia luar. Oleh karena itu, Erin meminta ijin untuk mengajak para muridnya tour keliling museum. Erin ingin menyadarkan mereka bahwa apa yang terjadi diantara mereka belum sepadan dengan penderitaan yang dialami oleh orang yang hidup pada jaman kekuasaan Hitler seperti Anne Frank. Tour keliling museum ini memberikan dampak positif bagi para siswa Erin. Setelah tour keliling museum, Erin mempertemukan para siswanya dengan korban holocaust. Semua yang dilakukan Erin ini tidak akan dilupakan oleh para muridnya. Tujuan Erin melakukan ini adalah agar muridnya bisa bersatu dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Seusai Tour dan berbincang-bincang dengan korban holocaust, perilaku murid Erin sedikit demi sedikit berubah. Mereka menjadi akrab satu sama lain. Seperti Marcus yang berkulit hitam dan Ben yang berkulit putih. Hal ini juga merujuk kepada teori humanistik karena membuat senang siswa-siswanya dengan cara study tour ke museum of tolerance. Yang pada hakikatnya nanti siswa-siswanya dapat mendapatkan informasi yang lebih dan menambah pengetahuan mereka agar lebih luas lagi.

Kemudian didalam film ini juga menceritakan tentang pada saat guru bahasa inggris tersebut memperlihatkan sebuah Video Freedom Ride. Siswa Melihat video freedom ride yang berkisah tentang seorang kulit putih yang rela menyelamatkan ras kulit hitam meskipun harus merelakan dirinya disiksa sampai hampir meninggal. Dengan melihat video ini diharapkan siswa saling menghargai satu sama lain. Yang akhirnya menjadikan sebuah karangan bebas dari para siswa-siswa tersebut yang kemudian di kumpulkan menjadi Buku Harian “The Freedom Writers Diary”. Dimana buku harian yang telah mereka tulis, diketik dan dikumpulkan menjadi satu buku. Erin menamai kumpulan buku harian siswa-siswanya dengan nama The Freedom Writers Diary. Pada akhirnya mereka menjadi kelas yang kompak dan para siswanya saling mengenal satu sama lain. Semua yang telah dilakukan Erin cukup mengubah perilaku siswa-siswanya. (teori behavioristik, teori kognitif dan teori humanistik).

This entry was posted in Olahraga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s