PARADIGMA BARU

Salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar. Di tangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, skill (keahlian), kematangan emosional, dan moral serta spiritual. Dengan demikian, akan dihasilkan generasi masa depan yang siap hidup dengan tantang zamannya. Oleh karena itu, diperlukan sosok guru yang mempunyai kuallifikasi, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Paradigma baru pendidikan adalah pola atau konsep-konsep baru pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan adalah melahirkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional haruslah memiliki visi-misi yang jelas, strategi-strategi baru, dan konsep-konsep baru dalam proses dan pengelolaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan IPTEK dan perubahan sosial yang terjadi.

Beberapa paradigma baru yang harus diperhatikan guru dewasa ini adalah sebagai berikut.

  1. Tidak terjebak pada rutinitas belaka, tetapi selalu mengembangkan dan memberdayakan diri secara terus-menerut untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan, seminar, loka karya,  dan kegiatan sejenisnya. Guru jangan terjebak dalam rutinitas datang, mengajar, pulang, begitu berulang-ulang sehingga lupa mengembangkan potensi diri secara makasimal.

Jadi Seorang guru perlu memperhatikan pengembangan diri peserta didik. Contohnya guru mengikuti pelatihan, studi lanjut. Jadi guru itu tidak boleh terjebak oleh rutinitas. Misalnya guru datang untuk mengajar, kemudian selesai mengajar guru tersebut langsung pulang.

  1. Guru mampu menyusun dan melaksanakan strategi dan model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) yang dapat menggairahkan motivasi belajar peserta didik. Guru harus menguasai beberapa macam strategi  dan pendekatan serta model pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan.

Dalam pembelajaran PAIKEM bisa membedakan strategi dan teknik serta model pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Jika tidak dilaksanakan maka peserta didik akan menjadi siswa yang rugi nantinya. Strategi itu penting bagi seorang guru untuk kegiatan belajar-mengajar. Contohnya jika salah satu tertunda maka proses pembelajaran yang lain akan berantakan atau tidak tepat pada sasaran yang seharusnya dilakukan.

  1. Pengurangan dominasi guru dalam pembelajaran, dikurangi sehingga  memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih berani, mandiri, dan kreatif dalam proses belajar mengajar. Karena guru bukan merupakan seseorang yang sangat pandai.
  2. Guru mampu memodifikasi dan memperkaya bahan pembelajaran sehingga peserta didik mendapatkan sumber belajar yang lebih bervariasi. Karena biasanya peserta didik itu malas untuk belajar sendiri atau membaca.
  3. Guru menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar sebagai suatu profesi yang menyenangkan. Jadi pilihan yang dipilih harus dilakukan bersungguh-sungguh.
  4. Guru mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir sehingga memiliki wawasan yang luas dan tidak tertinggal dengan informasi terkini.
  5. Guru mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat luas dengan selalu menunjukan sikap dan perbuatan yang terpuji dan mempunyai integritas yang tinggi. Jadi guru itu harus menjadi penyejuk, pelita dan penyemangan bagi peserta didiknya.
  6. Guru mempunyai visi ke depan dan mampu membaca tantangan zaman sehingga siap menghadapi perubahan dunia yang tak menentu yang membutuhkan kecakapan dan kesiapan yang baik. Jadi guru harus membuat perencanaan yang matang sehingga proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Tantangan itu harus dirubah oleh guru untuk menjadi suatu peluang karena untuk mengubah kebiasaan itu sebenarnya sangat sulit. Contohnya biasanya menulis dengan tangan kanan, tetapi diharuskan menulis dengan tangan kiri. Maka hasil tulisannya tidak akan sama atau tidak akan sebagus kebiasaan yang sering dilakukan.
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s