MASYARAKAT MENURUT EMILE DURKHEIM dan FERDINAND TONNIES

MASYARAKAT MENURUT EMILE DURKHEIM dan FERDINAND TONNIES

1. MENURUT EMILE DURKHEIM :

Masyarakat dala bahasa Inggris artinya society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat juga disebut dengan sistem sosial. menurut sosiolog yang bernama Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya. Maksudnya yaitu adanya ikatan sosial dalam kelompok. Masyarakat juga berarti kelompok manusia yang hidupnya teratur. Masyarakat termasuk sosial order atau keteraturan sosial. Syarat-syarat terbentuknya masyarakat adalah sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama, merupakan satu kesatuan dan merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya. Didalam masyarakat tidak selalu ada kesamaan tetapi ada sesuatu diluar kita yang membuat kita itu dari bagian dari sesuatu itu, yang dimaksud adalah ikatan atau kesamaan.
Beberapa faktor yang mendorong adanya manusia yang teratur itu adalah kesamaan. Dalam ikatan terdapat sesuatu yang dinamakan dengan solidaritas. Solidaritas secara etimologi adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Jadi solidaritas adalah rasa kebersamaan dalam suatu kelompok tertentu yang menyangkut tentang kesetiakawanan dalam mencapai tujuan dan keinginan yang sama. Pembagian solidaritas dalam kelompok sosial dapat diklasifikasikan dengan pandangan-pandangan tertentu, salah satunya kelompok sosial diklasifikasikan menurut rasa solidaritas antar anggotanya. Sehingga secara umum, solidaritas dapat dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Sosial itu berasal dari individu yang berarti individu tersebut saling bekerja sama. masyarakat mempunyai solidaritas sosial yaitu biasa disebut dengan ikatan kesamaan.
Solidaritas mekanik adalah solidaritas yang muncul pada masyarakat yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belum mengenal adanya pembagian kerja diantara para anggota kelompok. Biasanya disebut dengan masyarakat pedesaan, karena masyarakat pedesaan identik dengan kesamaan. Adanya kesamaan artinya keberadaan orang lain itu sangat menguatkan. Ikatan mekanik adalah suatu integrasi yang didorong oleh kesamaan. Ikatan mekanik merupakan ritualitas sangat penting untuk keagamaan. Tetapi ikatan sosial perempuan itu lebih kuat daripada laki-laki. Masyarakat dinyatakan gagal, jika tidak ada keteraturan secara kolektivitas. Masyarakata menuntut adanya kesamaan. Ikatan mekanik muncul karena keberadaan yang lain itu menguatkan dan integrasinya didorong oleh kesamaan. Dalam membangun konsep fakta sosial, Durkheim menerapkannya dalam mempelajari gejala bunuh diri, yang bersifat terpisah dari arena psikologis dan filsafat. Durkheim berpendapat bahwa gejala bunuh diri terjadi karena adanya fakta sosial sehingga menyebabkan perbedaan rata-rata bunuh diri.
Menurut penelitian Durkheim, rata-rata orang melakukan bunuh diri disebabkan oleh status diri yang hiudup sendiri, seperti janda. Selain itu, angka bunuh diri juga dipengaruhi oleh kepemilikan anak, di mana menurut penelitiannya, orang yang tidak punya anak cenderung untuk melakukan bunuh diri dari pada orang yang tidak memiliki orang tua. Ciri-ciri masyarakat dalam solidaritas mekanik adalah yang pertama adanya keteraturan, keteraturan dalam ikatan mekanik merupakan ikatan kesamaan yang segmentis yaitu artinya terbatas. Ikatan mekanik juga muncul kesadaran baru yaitu biasa disebut dengan konsisten yang artinya memaksa diri sendiri. Yang kedua adalah hukum represif, dalam artian tidak bisa dipaksa oleh diri yaitu sama dengan kelompok kita. Order adalah keteraturan yang berarti suatu ketaatan yang membutuhkan kesadaran moral dari setiap individu-individu. Dalam ikatan mekanik, order dan kesadaran moral ini sangat penting dan mendukung sekali. Kemudian yang ketiga adalah dipaksa (penal law). Ciri-ciri solidaritas mekanik adalah solidaritas yang merujuk kepada ikatan sosial yang dibangun atas kesamaan, kepercayaan dan adat bersama. Disebut dengan mekanik itu karena orang yang hidup dalam unit keluarga suku atau kota relatif dapat berdiri sendiri dan juga memenuhi semua kebutuhan hidup tanpa tergantung pada kelompok-kelompok lain.
Solidaritas organik adalah solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan antar anggota. Biasanya terdapat pada masyarakat perkotaan. Yang artinya suatu keberadaan. Solidaritas organik itu masing-masing bagian mempunyai fungsi dan fungsinya tersebut sangat berpengaruh penting. Solidaritas organik terjadi karena masing-masing memunculkan adanya suatu perbedaan. Tetapi perbedaan tersebut saling berinteraksi dan membentuk suatu ikatan yang sifatnya tergantung. Solidaritas organik prinsipnya yaitu bahwa setiap individu dan individu lain itu sangat tergantung dalam artian tidak bisa lepas. Dalam solidaritas organik mengenal adanya hukum restifusi yang artinya yaitu menggantikan. Ciri-ciri solidaritas organik adalah menguraikan tatanan sosial berdasarkan perbedaan individual diantara rakyat, yang merupakan ciri dari masyarakat modern, khususnya yaitu daerah perkotaan. Bersandar pada pembagian kerja yang rumit dan didalamnya orang terspesialisasi dalam pekerjaan yang berbeda-beda. Dalam pembagian kerja yang rumit ini, Emile Durkheim melihat adanya kebebasan yang lebih besar untuk semua masyarakat.
Solidaritas mekanik dan solidaritas organik mempunyai berbagai macam perbedaan diantaranya yaitu, solidaritas mekanik, relatif berdiri sendiri (tidak bergantung kepada orang lain) dalam keefisienan kerja, terjadi di masyarakat sederhana, primitif, dan tradisional, merupakan ciri dari masyarakat tradisional, kerja tidak terorganisir, beban lebih berat, individualis rendah, dan represif yaitu tidak bisa dipaksa diri. Sedangkan solidaritas organik adalah saling berkaitan dan mempengaruhi dalam keefesienan kerja, dilangsungkan oleh masyarakat yang kompleks, ciri dari masyarakat modern atau perkotaan, kerja terorganisir dengan baik, beban ringan, individualis tinggi, dan adanya pembagian kerja.

2. MENURUT FERDINAND TONNIES :

Ferdinand Tonnies memiliki teori yang sangat penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Masyarakat dalam artian merupakan kumpulan dari Paguyuban (gemeinschaft) dan Patembayan (gessellschaft) sebagai bentuk organisasi sosial. Tonnies memasukkan Gemeinschaft dan Gesellschaft di bukunya (1887) satu diantara beberapa nomor yang dipaparkan, sebagai salah satu teori yang bersifat modern. Menurutnya Gemeinschaft (paguyuban) adalah sebagai situasi yang berorientasi nilai nilai, aspiratif, memiliki peran, dan terkadang sebagai kebiasaan asal yang mendominasi kekuatan sosial. Jadi baginya secara tidak langsung Gemeinschaft timbul dari dalam individu dan adanya keinginan untu memiliki hubungan atau relasi yang didasarkan atas kesamaan dalam keinginan dan tindakan. Status dianggap berdasarkan atas kelahiran, dan batasan mobilisasi juga kesatuan individu yang diketahui terhadap tempatnya di masyarakat.
Bentuk paguyuban (Gemeinschaft) terutama akan dapat dijumpai di dalam keluarga, kelompok kerabatan, rukun tetangga, dan lain sebagainya. Suatu paguyuban mempunyai beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut : Yang pertama adalah Gemeinschaft by blood, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Didalam pertumbuhannya masyarakat yang semacam ini makin lama makin menipis, contoh : Kekerabatan, masyarakat-masyarakat daerah yang terdapat di DI. Yogyakarta, Solo, dan sebagainya. Yang kedua adalah Gemeinschaft of placo (locality), yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong, contoh : RT dan RW. Yang ketiga adalah Gemeinschaft of mind, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ideologi atau pikiran yang sama., seperti agama.
Gesellschaft (patembayan) , sebagai sesuatu yang kontras, menandakan terhadap perubahan yang berkembang, berperilaku rasional dalam suatu individu dalam kesehariannya, hubungan individu yang bersifat superficial (lemah, rendah, dangkal), tidak menyangkut orang tertentu, dan seringkali antar individu tak mengenal, seperti tergambar dalam berkurangnya peran dan bagian dalam tataran nilai, latar belakang, norma, dan sikap, bahkan peran pekerja tidak terakomodasi dengan baik seiring dengan bertambahnya arus urbanisasi dan migrasi juga mobilisasi. Patembayan (Gesellschaft) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin. Bentuk patembayan terutama terdapat di dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik misalnya ikatan antarpedagang, organisasi pegawai dalam suatu pabrik atau industri. Bentuk organisasi sosial ini adalah yang paling cocok untuk menjelaskan penerapan teori penetrasi sosial, dimana hubungan timbal balik, percampuran berbagai kepentingan pribadi atau kelompok sangat mendasari terbentuknya hubungan.
Perbedaan antar Gemeinschaft dengan Gesellschaft sebagai suatu perubahan yang justru bergerak kearah memperburuk, menurut dirinya. Ciri Gemeinschaft menurut hubungan sosial yaitu ikatan keluarga, sedangkan gesselschaft yaitu pertukaran ekonomi. Ciri Gemeinschaft menurut Institusi khas yaitu keluarga, sedangkan Gesselschaft yaitu negara dan ekonomi. Ciri Gemeinschaft menurut Citra tentang individu yaitu kedirian, sedangkan Gesselschaft yaitu orang, warga. Ciri Gemeinschaft menurut bentuk kekayaan yaitu tanah, sedangkan gesselschaft yaitu uang. Ciri gemeinschaft menurut tipe hukumyaitu hukum keluarga, sedangkan gesselschaft yaitu hukum kontrak. Ciri gemeinschaft menurut institusi sosial yaitu desa, sedangkan gesselschaft yaitu kota. Ciri gemeinschaft menurut kontrol sosial yaitu adat dan agama, sedangkan gesselschaft yaitu hukum dan pendapat umum.
Ciri dari Gemeinschaft yaitu berbentuk komunitas sedangkan ciri dari Gesellschaft yaitu masyarakat modern. Tentang hal ini pula secara tidak langsung bagi Tonies faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan masyarakat dimana prinsip evolusi yang ia miliki hampir sama dan senada dengan prinsip evolusi ahli lain seperti Max Weber begitu juga dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara penyebab terjadi perubahan itu adalah adanya kecenderungan berfikir secara rasional, perubahan orientasi hidup, proses pandangan terhadap suatu aturan dan sistem organisasi. Sebagai contoh kasus ialah adanya suatu masyarakat bernama kampung Ambon di daerah Bekasi, dimana asalnya sebuah komunitas tersebut merupakan hanya kaum urban yang datang dari Ambon dan sekitarnya untuk mencari penghasilan dengan bekerja seadanya, namun seiring dengan perubahan masa, waktu dan zaman urbanisasi yang datang dari daerah tersebut semakin banyak dan mengikuti pendahulunya yang lain untuk menempati lokasi yang sama. Sehingga saat ini terbentuklan suatu masyarakat Ambon yang datang ke Jakarta setelah sebelumnya hanya sebuah komunitas belaka.

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s