KEKUASAAN DAN KEWENANGAN

PENGERTIAN, JENIS, SUMBER, CIRI-CIRI, BENTUK DAN CARA MEMPRAKTEKKAN KEWENANGAN DAN KEKUASAAN

a. Kekuasaan adalah Kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Jenis-Jenis Kekuasaan :

  • Kekuasaan militer
  • Kekuasaan ekonomi
  • Kekuasaan politik
  • Kekuasaan budaya
  • Kekuasaan pemerintahan (birokrasi)
  • Kekuasaan hukum

Jenis kekuasaan yang mendominasi di Indonesia adalah jenis kekuasaan politik. Karena pada dasarnya kekuasaan politik itu merupakan kekuasaan yang sangat sulit untuk dikalahkan. Orang bisa melakukan apapun yang mereka inginkan dengan politik. Walaupun dalam negara Indonesia sebenarnya kekuasaan pemerintahan yang dijalankan tetapi kekuasaan politik lah yang lebih berkuasa. Semua orang suka menggunakan politik karena menurut mereka politik itu sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat mereka. Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan, ada yg memerintah dan ada yg diperintah. Manusia berlaku sebagau subjek sekaligus objek dari kekuasaan. Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan). Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh Menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Contoh  : Kekuatan partai politik memang besar dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang menyangkut public. Kebijakan publik yang harus disetujui anggota DPR RI di parlemen. Hal ini sebagai kerancuan dalam sitem politik di Indonesia. Pimpinan KPK yang menangkap orang partai politik saja dipilih oleh DPR RI, sampai hakim MA dan ketua MK juga dipilih oleh DPR RI. Kemudian muatan politik ketika DPR RI memutuskan kebijakan untuk memperkuat kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). DPR RI ada yang galau dalam membuat kebijakan pada saat KPK diajukan harus memiliki penyidik sendiri keputusanya sangat lama.

c. Sumber kekuasaan yaitu :

  • legitimate power adalah Kekuasaan formal yang diperoleh berdasarkan hukum atau aturan yang timbul dari pengakuan seseorang yang dipengaruhi bahwa pemberi pengaruh berhak menggunakan pengaruh sampai pada batas tertentu. Perolehan kekuasaan melalui pengangkatan ( UU, SK, dll )
  • coercive power adalah Kekuasaan berdasarkan pada kemampuan orang untuk menghukum orang yang dipengaruhi kalau tidak memenuhi perintah atau persyaratan. (teguran sampai hukuman). Perolehan kekuasaan melalui cara kekerasan ( Perebutan atau perampasan bersenjata, inconstitusional, kudeta )
  • expert power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada persepsi atau keyakinan bahwa pemberi pengaruh mempunyai keahlian relevan atau pengetahuan khusus yang tidak dimiliki oleh orang yang dipengaruhi. (professional atau tenaga ahli). Perolehan kekuasaan berdasarkan keahlian seseorang ( merit system)
  • Reward Power adalah Kekuasaan yang didasarkan pada kemampuan seseorang pemberi pengaruh untuk memberi penghargaan pada orang lain yang dipengaruhi untuk melaksanakan perintah. (bonus sampai senioritas atau persahabatan). Perolehan kekuasaan melalui suatu pemberian atau karena berbagai macam pemberian.
  • Reverent Power adalah Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok yang didasarkan pada indentifikasi pemberi pengaruh yang menjadi contoh atau panutan bagi yang dipengaruhi. (karisma, keberanian, simpatik dan lain-lain). Perolehan kekuasaan melalui daya tarik seseorang. ( fisik, performance, dll ).
  • §  Legitimasi Sosial adalah kekuasaan yang diperoleh melalui pemilihan yang dilakukan oleh masyarakat (rakyat).

Bentuk-Bentuk Kekuasaan :

  • § Influence, kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mengubah sikap dan perilakunya secara sukarela.
  • § Persuasion, kemampuan meyakinkan orang lain dengan argumentasi untuk melakukan sesuatu.
  • § Manipulasi, penggunaan pengaruh, dalam hal ini yang dipengaruhi tidak menyadari tingkahlakunya mematuhi pemegang kekuasaan.
  • § Coercion, peragaan kekuasaan (ancaman paksaan) yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak pemilik keuasaan.
  • § Force, penggunaan tekanan fisik, membatasi kebebasan menimbulkan rasa sakit, atau pun membetasi pemenuhan kebutuhan biologis agar melakukan sesuatu.

Ciri-Ciri Kekuasaan, yaitu :

  • Mengendalikan orang lain
  •  Orang mampu mengontrol pihak lain, tetapi ada perlawanan.
  •  Dalam menggunakan kekuasaan selalu ada konflik sosial.
  •  Siapa yang memiliki social resources pastilah menang .
  • Tetapi sesuatu yg dikeluarkan blm tentu mendapatkan sprti yg diinginkan, karena ada mekanisme kompromi.

d. Cara mempraktekkan kekuasaan

  • Dengan Uang

Uang bias menjadikan kekuasaan ketika kita memperkerjakan orang lain. Kita bias membayar mereka untuk bekerja dan kita juga bias mengancam mereka jika kualitas bekerja mereka kurang baik dengan ancaman dipecat. Banyak orang yang terkalahkan oleh uang. Menurut Collins kekuasaan ini memiliki kelemahan. Ia haya efektif dipraktikkan dalam kelompok kecil. Dalam kelompok besar, mengontrol dengan uang akan memenuhi banyak masalah.

  • Dengan Paksaan.

Paksaan akan bias menjadi kekuasaan, sebab dilakukan dengan cara mengancam. Misalnya, kalau ada pihak yang melanggar aturan akan diancam dengan sangsi tertentu sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan pihak tersebut. Hanya saja, paksaan tidak terlepas dari beberapa kelemahan, karena semua orang tidak mau dipaksa. Sama dengan pemikiran Skinner bahwa seperti burung merpati, orang lebih suka mendapatkan kebebasan daripada hukuman.

  • Dengan Membangun Solidaritas

Dengan membangun solidaritas ini lebih efektif, sebab berhasil membuat individu-individu mersa bahwa pekerjaan merupakan bagian dari identitas mereka. Pekerjaan menyumbang pada sesuatu yang mereka percayai atau menyumbang beberapa kelompok yang mereka miliki. Untuk membangun solidaritas sosial bias lewt ritual sosial yang menciptakan perasaan identitas kelompok dan menghasilkan cita-cita yang orang hargai. Ritual sosial adalah penting yang membuat mereka mengidentifikasi dengan pekerjaan mereka dan dengan orang lain dalam organisasi. Kemudian, mereka mengambil tanggung jawab public untuk bertindak pada bagian organisasi.

e. Perbedaan Kekuasaan dan Kewenangan

i  Kekuasaan adalah Kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

ü  Kewenangan adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi.

üi  Perbedaan antara Kekuasaan dan Kewenangan, dari pengertian diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perbedaan dari wewenang dengan kekuasaan ialah  wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Selain itu perbedaanya juga bahwa kewenangan bisa juga disebut sebagai kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitime power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Tetapi kewenangan dan kekuasaan tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu hal yang berkaitan satu sama lain, karna wewenang tanpa kekuasaan atau kekuasaan tanpa wewenang akan menyebabkan konflik dalam organisasi.

ü  Cara mempraktekkan kekuasaan

  • Dengan Uang

Uang bias menjadikan kekuasaan ketika kita memperkerjakan orang lain. Kita bias membayar mereka untuk bekerja dan kita juga bias mengancam mereka jika kualitas bekerja mereka kurang baik dengan ancaman dipecat. Banyak orang yang terkalahkan oleh uang. Menurut Collins kekuasaan ini memiliki kelemahan. Ia haya efektif dipraktikkan dalam kelompok kecil. Dalam kelompok besar, mengontrol dengan uang akan memenuhi banyak masalah.

  • Dengan Paksaan.

Paksaan akan bias menjadi kekuasaan, sebab dilakukan dengan cara mengancam. Misalnya, kalau ada pihak yang melanggar aturan akan diancam dengan sangsi tertentu sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan pihak tersebut. Hanya saja, paksaan tidak terlepas dari beberapa kelemahan, karena semua orang tidak mau dipaksa. Sama dengan pemikiran Skinner bahwa seperti burung merpati, orang lebih suka mendapatkan kebebasan daripada hukuman.

  • Dengan Membangun Solidaritas

Dengan membangun solidaritas ini lebih efektif, sebab berhasil membuat individu-individu mersa bahwa pekerjaan merupakan bagian dari identitas mereka. Pekerjaan menyumbang pada sesuatu yang mereka percayai atau menyumbang beberapa kelompok yang mereka miliki. Untuk membangun solidaritas sosial bias lewt ritual sosial yang menciptakan perasaan identitas kelompok dan menghasilkan cita-cita yang orang hargai. Ritual sosial adalah penting yang membuat mereka mengidentifikasi dengan pekerjaan mereka dan dengan orang lain dalam organisasi. Kemudian, mereka mengambil tanggung jawab public untuk bertindak pada bagian organisasi.

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

4 Responses to KEKUASAAN DAN KEWENANGAN

  1. elizza says:

    ini mah cara memperaktikan ya bkn cara menjalankan. makasih ya ilmunya :’D

  2. memang saya menulis cara mempraktekkan , bukan menjalankan . terima kasih . mohon dibaca kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s