Cara Membuat Nasi Boran Khas Lamongan

Cara Membuat Nasi Boran Khas Lamongan

nasi boran

Kabupaten Lamongan memiliki luas wilayah kurang lebih 1.812,8 km² atau +3.78% dari luas wilayah Propinsi Jawa Timur. Dengan panjang garis pantai sepanjang 47 km, maka wilayah perairan laut Kabupaten Lamongan adalah seluas 902,4 km2, apabila dihitung 12 mil dari permukaan laut. Tapi bukan kondisi geografisnya yang kita bicarakan, kita akan membahas kuliner Kota Lamongan yang sangat maknyus kalau kata Pak Bondan.

Kuliner ini jarang orang mengenalnya. Biasa orang mengenal Soto Lamongan dan Tahu Campur saja. Ada satu lagi kuliner khas Lamongan yakni Nasi boran. Ke Lamongan kurang afdhol jika tak mencicipi kuliner ini. Kuliner yang sederhana, rumit membuatnya dan membekas di hati rasanya. Ingin mencicipi lagi dan lagi. Apalagi kalau mereka yang doyan banget sama sambel.
Nasi Boran adalah nasi yang ditaruh boran (baca; tempat nasi). Hal itu sudah biasa, banyak sekarang rumah makan yang menyuguhkan nasi di taruh boran yakni tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Begitu pula lauknya juga biasa saja seperti yang kita temui sehari-hari yakni ayam, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, ikan kuthuk (baca; gabus) dll, akan tetapi ada satu jenis ikan satu lagi yang sangat dicari banyak orang yakni ikan sili yang diasapi.
Ikan ini tinggal hampir di semua sungai. Hanya saja, ikan itu lebih suka tinggal di pinggiran sungai dengan dasar yang berlumpur. Selain itu, sungai tempat habitat ikan itu dinaungi pohon dan tidak bisa kena matahari langsung, dengan makanan utama udang. Masyarakat banyak menangkapnya di sungai untuk dijual atau dipelihara di akuarium.
Sedaaap sekali baunya dan yang membuat luar biasa adalah sambal nya yang terkenal juga dengan sebutan sambal boran.

Cara pembuatan sambal boran adalah sebagai berikut:
3 siung bawah putih
3 siung bawang merah
10 biji cabe merah
5 biji cabe rawit sesuai selera saja jika ingin pedas bisa menambahkannya lagi
1 ruas jahe digeprek
bawang merah dan bawang putih digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Kemudian cabe besar dan kecilnya direbus. kemudian dijadikan satu untuk dihaluskan.
Setelah itu bumbu ditumis dengan dicampur dengan daun sereh, daun bawang merah kemudian masukkan kelapa yang sudah diblender.
Tambahkan penyedap rasa dan garam secukupnya.
Kemudian masukkan beberapa ikan atau ayam yang sudah digoreng terlebih dahulu.
Hidangkan dengan nasi hangat.
Ada lagi yang membuat kuliner ini lebih menarik yakni tambahan empuk, gimbal pohong, urap, pletuk dan rempeyek.
Empuk terbuat dari adonan tepung terigu dan diberi sedikit bumbu rahasia yang menjadikan rasanya gurih dan empuk.
Gimbal pohong atau biasa orang menyebutnya dadar pohong yakni terbuat dari bahan dasar pohong atau ketela pohon yang diberi bumbu-bumbu dan rasanya juga gurih.
Urap-urap atau biasa orang Lamongan menyebutnya krawu adalah kumpulan sayur-sayuran yang direbus kemudian diurap dengan kelapa parut yang sudah dibumbuhi sehingga rasanya pedas gurih.
Pletuk ada banyak versi orang membuatnya. Ada yang dari nasi yang dikeringkan dikasih bumbu dan digoreng. Ada juga yang berasal dari kacang tanah yang dihaluskan dikasih bumbu.
Terakhir rempeyek berasal dari tepung beras yang dikasih bumbu-bumbu yang dicampur dengan kedelai yang kemudian digoreng kering sehingga rasanya kriuk-kriuk.
Kadang penjual juga menyuguhkan 2 pilihan nasi yakni nasi putih dan nasi jagung.
Silahkan mencoba jika anda ke Lamongan. Tepatnya di kabupaten Lamongan, di sekitar perempatan samping alun-alun, di Pedagang Kali Lima (PKL) nya Lamongan Plasa depan stasiun Lamongan dan di sepanjang jalan menuju ke alun-alun jika anda dari barat alun-alun berderet-deret orang yang berjualan.

This entry was posted in Makanan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s