KEBUDAYAAN SEBAGAI SISTEM NORMA

KEBUDAYAAN SEBAGAI SISTEM NORMA

  1. FOLKWAYS (Norma Kelaziman atau Kebiasaan)

Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan juga merupakan tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang ulangmengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup dalam melakukan sesuatu oleh sekelompok orang. Contoh dari Folkways yaitu berjabat tangan dengan setiap orang yang dikenal maupun tidak dikenal (teman dari teman) kalau bertemu, makan dengan tangan, makan dengan sumpit, makan dengan sendok-garpu, mengenakan sarung, kopiah, pada kesempatan-kesempatan tertentu. Ada dua macam kebiasaan yaitu :

(1) hal-hal yang seharusnya diikuti sebagai sopan santun dan perilaku sopan

(2) hal-hal yang harus diikuti karena yakin kebiasaan itu penting untk kesejahteraan masyarakat.

Pada dasarnya anak-anak disekitar kita dikelilingi oleh kebiasaan. Karena mereka akan terus menerus meliahat cara-cara perilaku tertentu, mereka yakin hanya itulah perilaku yang benar. Kebiasaan kelompok lain tampak sebagai suatau keganjilan, dan tidak sepraktis dan sepantas kebiasaan mereka dalam menyelesaikan sesuatu. Kebiasaan-kebiasaan masyarakat pedesaan cenderung sangat memandang tradisi dan adat istiadat dalam masyarakat, yang diwujudkan dalam tingkah lakunya. Karena didalamnya pergaulan sehari-hari seseorang ingin melakukan kebiasaan-kebiasaan yang teratur dan diakui oleh masyarakat.

2. MORES (Norma Kesusilaan) & (Tata Kelakuan)

Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan. Contoh dari tata kelakuan atau mores adalah kenduri. Kenduri merupakan kebiasaan masyarakat jawa. Dipercaya apabila orang tidak melaksanakan kenduri tersebut maka akan mendatarngkan bencana bagi masyarakat tersebut. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari sekelompok manusia, yang dilaksanakan atas pengawasan baik secara sadar maupun tidak sadar terhadap anggotanya. Tata kelakuan, di satu pihak memaksakan suatu perbuatan, sedangkan di lain pihak merupakan larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan individu. Misalnya, larangan perkawinan yang terlalu dekat hubungan darah, larangan untuk pembunuhan, pemerkosaan dan lain sebagainya

3. NORMA HUKUM

Norma hukum adalah norma yang mengatur kehidupan sosial kemasyarakatan yang berasal dari kitab undang-undang hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia untuk menciptakan kondisi negara yang damai, tertib, aman dan sejahtera. Norma hukum dapat dibedakan menjadi 2, yaitu norma hukum fakultatif dan norma hukum imperatif. Norma hukum imperatif adalah norma hukum yang bersifat memaksa sedangkan norma hukum fakultatif adalah norma yang menjelaskan tentang norma hukum yang mengatur dan bersifat menambah atau melengkapi.

Berbagai macam ciri-ciri norma hukum, diantaranya yaitu aturannya pasti tertulis, mengikat semua orang, memiliki alat penegak aturan, dibuat oleh penegak hukum, bersifat memaksa, sanksinya berat. Jika norma ini dilanggar akan ada sanksi yang bersifat memaksa. Norma hukum tertuang dalam peraturan perundang-undangan. Contoh penggunaan norma hukum yaitu menghormati pengadilan dan peradilan di Indonesia, taat membayar pajak, tidak melanggar rambu lalu-lintas walaupun tidak ada polentas, menghindari KKN.

4. MODE (Fashion)

Mode atau fashion adalah gaya hidup yang berkembang ditengah-tengah kehidupan masyarakat dalam berbagai waktu tertentu. Karena setiap zaman mode atau fashion sellau berubah-ubah. Mode atau fashion dapat dilihat pada berbagai model, diantaranya yaitu model rambut, pakaian, kendaraan, rumah dan lain sebagainya. Mode atau fashion dianggap oleh orang-orang sekitar sebagai cerminan kehidupan manusia pada zaman yang modern seperti saat ini. Berkembangnya mode yang melampaui batas seperti yang berbau sexy dapat menciptakan berbagai konflik. Oleh karena itu, berbagai mode perlu diimbangi dengan penanaman norma-norma khususnya norma agama sehingga masyarakat dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif oleh perkembangan dunia. Mode atau fashion tidak hanya dilihat dari segi pakaian, memotong rambut dll saja, tetapi juga dapat dilihat dari sisi lain yaitu dari mode akan lahir sesuatu yang baru yang bersifat innovative. Contohnya yaitu tarian tradisional Jawa yang dikolaborasi dengan berbagai kesenian Melayu dan Bali yang nantinya akan lahir tarian konteporer modern.

This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s